Assalamualaikum, Pembaca Posting Pertama....
Saya Muhammad Zulfajri Taswin atau biasa dipanggil Fajri. Saya dari dulu ingin membuat blog tapi baru kesampaian sekarang hehe. Insha Allah ini bisa menjadi langkah awal untuk melahirkan banyak tulisan yang keren.
Saya mahasiswa Psikologi Universitas Padjadjaran angkatan 2013 Semester 3. Saya sendiri asli Makassar, Sulawesi Selatan; lahir disana tapi besar ga disana. Saya SD dan SMP di Kendari, Sulawesi Tenggara; disinilah saya mendapatkan banyak kenangan tak terlupakan, pahit maupun pedas(apaan sih?). Maksudnya manis maupun pahit. Teman-teman, cinta, keluarga, pokoknya childhood memories, kenangan masa kecil saya dapatkan di kota ini.
Saya menjalani SMA di Jakarta, Ibukota, Kota Metropolitan yang luar biasa padatnya. Tepatnya, saya menjalani SMA di SMA Labschool Rawamangun Jakarta, datang sebagai anak daerah yang tak tahu apa-apa mengenai Jakarta selain yang digambarkan di berita dan sinetron. Disini, yang saya dapatkan adalah banyak pembelajaran mengenai hidup, kemampuan adaptasi, dan sebagainya.
Sesuai judulnya, blog ini diniatkan agar bisa menumpahkan apa yang ada dalam pikiran saya ini, agar semoga dapat 'menerangi'/enlighten pikiran, hati dan jiwa siapapun yang membacanya. Enlighten atau menerangi yang saya maksudkan disini apa? Ialah memberikan kejelasan terhadap hal-hal yang sebelumnya tidak diketahui, atau perspektif baru mengenai hal-hal yang sudah diketahui. Ibaratnya kalau misalnya kita berada di ruangan yang gelap, terus nyalain lilin atau lampu belajar, itu akan memberikan penerangan atau 'menerangi' hal yang sebelumnya tidak dapat dilihat ataupun diketahui kan? Atau, kalau dulunya karena pencahayaan sedikit, kita melihat sebuah benda berbeda dengan saat setelah benda tersebut diberi cahaya. Tapi, ingat, bahwa apapun yang saya tulis di blog ini tentunya bukan kebenaran mutlak, bahkan belum tentu benar. Ibaratnya, saya hanya menerangi dengan lampu ultraviolet saya misalnya; tapi kan lampu ultraviolet saya berwarna ungu, nah kalau kita hanya melihat dari perspektif lampu tersebut kita akan mengira semua benda berwarna ungu bukan? Padahal tidak semua benda berwarna ungu. Karena itulah, tulisan-tulisan saya hanyalah sebagai satu bentuk 'penerangan' saja, yang sebaiknya tidak langsung dibenarkan. Bahkan, saya SANGAT mengharapkan agar pembaca juga menyuarakan pikirannya, agar kita saling 'menerangi'! haha...melihat darai beberapa perspektif yang berbeda merupakan salah satu metode berpikir kreatif.
Saya juga sebelumnya ingin meminta maaf atas kelabilan pemakaian kosakata dalam blog ini. Kenapa? Karena saya ga make kosakata baku semua, kadang nyampur, kadang baku semua, kadang make bahasa inggris lah, dan sebagainya! Haha emang lebay sih, maaf yak. Tapi yahh semoga bermanfaat lah!
Foto saya di alun-alun Tasikmalaya(Penting banget?)
Ohya, saya masih sangat baru perihal membuat blog dan sebagainya. Maka dari itu, jika pembaca sekalian mempunyai masukan ataupun kritikan terhadap blog saya mulai dari desain ataupun penulisan atau apalah, jangan sungkan untuk sok mangga dikatakan aja ya!
Enlightening the mind, heart, and soul; by His consent.
Enlightening through ideas, thoughts, humor, experience, and knowledge.
Minggu, 25 Januari 2015
Selasa, 29 November 2011
Gempa dan Tsunami
Gempa dan Tsunami Di Jepang
VIVAnews.com
Gempa dengan kekuatan 8,9 skala Richter mengguncang Jepang, Jumat 11 Maret 2011. Gempa itu memicu tsunami yang memporak-porandakan pesisir timur negara itu. Sebuah pukulan besar bagi Jepang yang dikenal negeri paling siap menghadapi gempa dan tsunami di muka bumi ini. Berdasar data Badan Meteorologi Jepang, gempa yang memicu sunami ini merupakan yang terdahsyat dalam kurun waktu 140 tahun terakhir. Belum lagi ditambah meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Fukushima. Negeri Sakura di ambang bencana nuklir.
Pusat gempa tepat berada 130 kilometer (km) di lepas pantai timur kota Sendai atau 400 km di timur laut kota Tokyo pada kedalaman 24,4 km. Gempa bumi ini menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat setinggi 10 meter di sekitar kota Sendai.
Jumlah orang yang dikonfirmasikan tewas atau tercatat sebagai orang hilang oleh Badan Kepolisian Nasional Jepang mencapai 18.000 pada Sabtu, delapan hari setelah gempa dahsyat dan hantaman tsunami. Ada kekhawatiran jumlah korban tewas jauh lebih tinggi dari bencana yang menyapu daerah permukiman yang luas sepanjang pantai Pasifik utara pulau Honshu itu.
Badan kepolisian nasional seperti dilaporkan AFP mengatakan, 7.197 orang telah dikonfirmasi tewas dan 10.905 resmi terdaftar sebagai hilang , total 18.10. Hingga pukul 09:00 waktu setempat Sabtu, sebagai akibat dari bencana 11 Maret itu.
Sejauh ini pemerintah Jepang telah menginstruksikan penduduk yang tinggal dalam radius 20 sampai 30 kilometer dari lokasi PLTN Jepang untuk tinggal di dalam rumah. Pemerintah Jepang menaikkan level bahaya radiasi Nuklir ke level lima akibat rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima.
Gempa dan tsunami menimbulkan krisis di Jepang, bahkan yang terburuk paska Perang Dunia II. Bagaimana masyarakat Jepang menghadapi bencana ini? Seperti dimuat situs CNN, makanan dan air menjadi barang langka di Jepang. Listrik di zona tsunami nyaris tak ada. Namun, berbeda dengan kondisi bencana di negara lain di mana terjadi kerusuhan, ledakan emosi publik yang marah dan berduka, warga Jepang nampak tenang meski berkabung. Masyarakat dengan sabar berdiri, antre selama berjam-jam dengan teratur demi mendapat beberapa botol air.
VIVAnews.com
Gempa dengan kekuatan 8,9 skala Richter mengguncang Jepang, Jumat 11 Maret 2011. Gempa itu memicu tsunami yang memporak-porandakan pesisir timur negara itu. Sebuah pukulan besar bagi Jepang yang dikenal negeri paling siap menghadapi gempa dan tsunami di muka bumi ini. Berdasar data Badan Meteorologi Jepang, gempa yang memicu sunami ini merupakan yang terdahsyat dalam kurun waktu 140 tahun terakhir. Belum lagi ditambah meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Fukushima. Negeri Sakura di ambang bencana nuklir.
Pusat gempa tepat berada 130 kilometer (km) di lepas pantai timur kota Sendai atau 400 km di timur laut kota Tokyo pada kedalaman 24,4 km. Gempa bumi ini menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat setinggi 10 meter di sekitar kota Sendai.
Jumlah orang yang dikonfirmasikan tewas atau tercatat sebagai orang hilang oleh Badan Kepolisian Nasional Jepang mencapai 18.000 pada Sabtu, delapan hari setelah gempa dahsyat dan hantaman tsunami. Ada kekhawatiran jumlah korban tewas jauh lebih tinggi dari bencana yang menyapu daerah permukiman yang luas sepanjang pantai Pasifik utara pulau Honshu itu.
Badan kepolisian nasional seperti dilaporkan AFP mengatakan, 7.197 orang telah dikonfirmasi tewas dan 10.905 resmi terdaftar sebagai hilang , total 18.10. Hingga pukul 09:00 waktu setempat Sabtu, sebagai akibat dari bencana 11 Maret itu.
Sejauh ini pemerintah Jepang telah menginstruksikan penduduk yang tinggal dalam radius 20 sampai 30 kilometer dari lokasi PLTN Jepang untuk tinggal di dalam rumah. Pemerintah Jepang menaikkan level bahaya radiasi Nuklir ke level lima akibat rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima.
Gempa dan tsunami menimbulkan krisis di Jepang, bahkan yang terburuk paska Perang Dunia II. Bagaimana masyarakat Jepang menghadapi bencana ini? Seperti dimuat situs CNN, makanan dan air menjadi barang langka di Jepang. Listrik di zona tsunami nyaris tak ada. Namun, berbeda dengan kondisi bencana di negara lain di mana terjadi kerusuhan, ledakan emosi publik yang marah dan berduka, warga Jepang nampak tenang meski berkabung. Masyarakat dengan sabar berdiri, antre selama berjam-jam dengan teratur demi mendapat beberapa botol air.
Selasa, 01 November 2011
Batik Indonesia
Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik.
Batik telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai budaya Indonesia dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB. UNESCO menunjuk batik Indonesia sebagai mahakarya warisan budaya manusia pada 2 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)






